0

The Rest of Us Just Live Here by Patrick Ness

 

Sesugguhnya, saya beli ini karena tidak disengaja. Sering dengar tentang Patrick Ness gara-gara Monster Calls (udah nonton filmnya juga tapi belum baca bukunya), dan lumayan tertarik sama judul dan kaver buku ini. Coba lihat, hijau-kuning-kucing, menarik mata banget hahaha.

Judul               : The Rest of Us Just Live Here (Yang Biasa-biasa Saja)

Pengarang      : Patrck Ness

Tahun terbit     : 2015

Penerjemah   : Angelic Zaizai

Penerbit         : Gramedia

Halaman        : 279

Bagaimana kalau aku bukan termasuk kelompok anak super?

Anak-anak indie yang betempur melawan zombie,

hantu pelahap jiwa, atau bencana bercahaya yang mendatangkan maut?

Bagaimana kalau kamu seperti Mikey?

Cuma ingin lus, datang ke prom, dan mungkin mengajak Henna kencan sebelum SMA mereka diledakkan. Lagi.

Karena kadang ada masalah yang lebih besar daripada pertempuran sampai mati,

dan kadang kita harus menemukan hal-hal luar biasa dalam kehidupan yang biasa-biasa saja.

Empat orang sahabat yang tengah menunggu masa-masa kelulusan mereka. Mikey, Mel–kakak kandungnya yang sempat Continue reading

0

Memori by Windry Ramadhina

  Resensi Memori Buku ini beli awalnya karena ada yang ngasih tahu aku kalau banyak pekerjaan dan istilah arsitektur di dalemnya, dan emang bener. Penulisnya ternyata adalah lulusan arsitektur UI (aaaa keren banget) dan sekarang punya biro desain sendiri (baca di halaman belakangnya :p ). Udah banyak novel yang dihasilkan dia, tapi memang memori ini yang jadi pertama buatku. Sebelum beli buku ini, udah sempet cari-cari resensinya di Goodreads sih, dan katanya emang bagus. Di sini penulis menggunakan sudut pandang pertama, dan kelihatannya memang selalu begitu di buku-buku dia yang lain. Judul               : Memori Pengarang      : Windry Ramadhina Tahun terbit  : 2012 Penerbit         : Gagasmedia Continue reading

0

Sweet Valley High, Super Thriller: Teror Berantai

Sweet Valley High: Thriller Story

TEROR BERANTAI

Judul               : Sweet Valley High, Super Thriller: Teror Berantai

Pengarang      : Francine Pascal

Tahun terbit  : 1989

Penerjemah   : Dewi Kemala

Penerbit         : Dian Rakyat

 

Oke ngaku kalau pertama lihat buku ini tuh sama sekali nggak tertarik karena bukunya jadul, pengarangnya nggak kenal, dan tipis banget. Ini jatuhnya kayak novelet bukan novel. Tapi nggak papa, karena sudah terlanjur beli, aku harus paksain untuk suka sama buku ini.

Awal-awal baca ngerasa agak kenal dengan tokohnya, si kembar Wakefield: Elizabeth dan Jessica. Rasanya dulu pernah baca juga novel thriller dengan kedua nama ini. Tepatnya yang paling aku ingat dari novel yang pernah aku baca itu adalah covernya. Rasanya di cover yang itu pun ada dua cewek rambut pirang, dan di novel inipun sama.

Oke, kesampingkan hal yang nggak penting itu. Sekarang beranjak ke buku ini.

Untung di buku ini diawali dengan prolog, yang mana prolog itu adalah salah satu adegan penting di tengeh novel ini. Mau nggak mau pembaca (terutama aku) jadi tertarik untuk benar-benar sampai pada adegan itu.

Elizabeth dan Jessica adalah kembar Wakefield berumur enam belas tahun (pada novel seri itu) di Sweet Valley High. Kepribadian dan hobi mereka berdua berbeda jauh, Elizabeth (yang selanjutnya akan disebut Liz) menyukai menulis dan jurnalistik, sedangkan Jessica suka berdandan dan mengikuti mode terbaru. Liz adalah gadis yang selalu berpikir menggunakan logika, dan Jessica lebih suka berfoya-foya.

Suatu saat, sahabat Jessica yang kaya raya, Lila, membawa pulang papan Ouija—papan yang bisa membantumu mengetahui masa depan. Mereka berdua mengimingi Liz yang selalu menggunakan logikanya untuk bermain bersama mereka, tapi Liz tidak pernah terpengaruh. Kesal karena terlalu sering dianggap bodoh oleh Liz karena memercayai hal seperti papan Ouija itu, Lila dan Jessica bermaksud mengerjai Liz. Mereka merencanakan sesuatu yang bisa membuat Liz percaya akan kehebatan papan Ouija itu, yang plotnya didalangi oleh Lila.

DI saat yang sama, seseorang dari rumah sakit gila melarikan diri. Rumah sakir Sweet Valley mengumumkan pelarian itu dan meminta masyarakat kota untuk waspada karena orang itu amat berbahaya. Liz yang sedang magang di surat kabar langsung kebanjiran job untuk mengupas perihal orang gila yang lepas tersebut.

Sang orang gila, Redman, mengatakan bahwa dia menaruh bom di tempat di mana adik kembarnya berada. Liz langsung meluncur ke tempat Jessica dan menemukan bahwa bom yang ditaruh di sana adalah bom palsu. Mereka menghela napas untuk sementara, tetapi masih merasa tegang bahwa Redman akan menaruh bom asli kapan saja.

Di lain pihak, hal aneh mulai terjadi padanya saat dia mencoba untuk mengikuti saudara kembar dan sahabatnya bermain papan Ouija. Hal-hal terjadi sesuai dengan apa yang diramalkan oleh papan Ouija. Papan itu bahkan mengatakan bahwa salah satu teman sekolah yang paling dibencinya terkena penyakit mematikan yang dirahasiakan. Liz menjadi prihatin dan berusaha untuk memberi dorongan hidup bagi temannya itu dengan perhatiannya, meskipun dia masih mencintai pacarnya: Jeffrey. Untuk sementara dia terlupakan akan fakta bahwa orang gila itu sedang berkeliaran di dalam kotanya.

Ketika hubungannya dengan Bruce—temannya yang sekarat—itu menjadi sesuatu yang terlalu jauh, Jeffrey datang memergoki mereka. Meskipun Liz memberitahu Jeffrey bahwa dirinya dan Bruce tidak ada hubungan apapun, pemuda itu tidak memercayainya begitu saja. Dalam waktu sekejap Liz telah terlibat dalam cinta segitiga yang kekanak-kanakan.

Saat Bruce menelepon Liz di waktu dia sedang bersiap berkencan bersama Jeffrey, gadis itu langsung meluncur ke sekolahnya—tempat di mana Bruce menunggu. Jeffrey datang beberapa saat kemudian, menemukan Liz pergi ke tempat Bruce membuatnya marah dan mengejar pacarnya itu. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa sekolah mereka itu telah dijadikan Redman untuk meledakkan bom buatannya.

Jessica dan Lila kembali bermain papan Ouija. Papan Ouija itu tanpa sadar mengejakan kalimat yang memberitahu bahwa Liz sedang dalam bahaya.. Jessica dan Lila bertemu dengan Elsa, tempat Liz bekerja, yang kebetulan adalah adik dari Redman. Mereka bertiga menelepon polisi dan secepat kilat pergi ke Sweet Valley High untuk menyelamatkan Liz.

Nah, apa yang terjadi sama mereka semua? Mari baca aja sendiri, hahaha *ketawa evil*. Mungkin endingnya sudah klasik ya, tapi lumayan nggak ketebak sih. Dan endingnya terlalu cepet sih, pengennya ‘kan ada baku hantam ato gimana gitu. Tapi si penulis kurang mengeksplor perasaan si Redman yang gila itu. Meskipun begitu, aku suka kok novelnya ^^ apalagi tindakan si Bruce yang di luar perkiraan kerennya, hehehe.

Aku kasih tiga bintang dari lima untuk novelet ini. Bener-bener menghibur di saat lagi butuh cerita seru.

0

Teror Brutal Si Penuntut Balas

Resensi The Lodger

 

Judul               : The Lodger

Pengarang      : Marie Belloc Lowndes

Tahun terbit  : 1913

Penerjemah   : Nadia Adryani

Penerbit         : Tangga Pustaka

Jadi sebenarnya awal mula kesukaanku pada kisah klasik itu gara-gara musikal. Yeah, buat yang belum tahu, aku itu penggemar korea, dan di korea itu musikalnya udah bagus. Banyak musikal-musikal terkenal yang udah diadaptasi oleh korea, kayak Three Musketeers, Rebecca, Monte Cristo, Catch Me If You Can, Rudolph, Jack The Ripper, dan masih banyak lagi. Kebetulan aktor kesayanganku main di beberapa musikal itu, dan mulailah ku kepo-in tentang cerita musikal itu sebenarnya.

Seperti yang udah pada tahu, beberapa dari musikal yang aku sebutin barusan itu disadur dari novel-novel terkenal. Dan actually, aku bener-bener baru tahu kalo cerita-cerita itu disadur dari novel setelah aku kepo. Coba nggak kepo kan nggak akan tahu kalo novel itu ada. Dan untungnya aku kepo. Begitu denger bahwa musikal-musikal itu ada novelnya langsung deh ngebet banget pengen punya novelnya. Dan akhirnya jadi kesenengan, sekarang lagi pengen baca-baca novel klasik lagi.

Tagline untuk The Lodger ini adalah “Teror Brutal si Penuntut Balas, based on true story of Jack The Ripper”. Dulu aku emang pernah ngebet banget pengen tahu tentang Jack The Ripper, tapi baru sekarang bener-bener ngerti. Buka-buka di wikipedia katanya ada banyak novel yang menceritakan tentang Jack The Ripper, dan salah satunya adalah The Lodger ini. Waktu main ke Rumah Buku, mata langsung otomatis membesar saat liat judul ini terpampang di antara puluhan buku lain. Nampaknya aku memang berjodoh dengan buku klasik, haha. Baru beberapa hari kepoin tentang The Lodger, langsung nemu bukunya tanpa dicari :p

Continue reading

0

Kekasih : Hanya Kamu Yang Kumau

Ini buku udah beli lama. Terdaftarnya hanya beberapa minggu setelah rilis aku langsung beli buku ini. Soalnya novel ini temenku yang bikin. Aku begitu admire sama orang yang udah nerbitin buku, terutama novel sih. Makanya selain karena penasaran dengan novel baru si temenku ini, aku juga pengen baca untuk ningkatin semangatku. Biar beneran bisa nerbitin novelku sendiri gitu, hehe. Ini kayaknya kebanyakan ngomong, langsung aja resensinya.

Judul               : Kekasih

Pengarang      : Arini Putri & Yuditha Hardini

Tahun terbit  : 2012

Penerbit         : Gagasmedia

Pertama liat kovernya lucu banget,

Continue reading

0

PERTAMAX-TAMAX

Perkenalkan nzmzku Aisyah Wahyu Wardani, tapi aku lebih suka dipanggil Ai 😀

Sampe sekarang masih tinggal di Bandung, tapi mungkin sebentar kagi bakalan jadi warga orang Solo ^^

SALAM KENAL!!!

Oke, aku memang ga terbiasa bikin resensi buku, meskipun aku suka baca buku. Mungkin itu sebabnya aku sering nggak ingat buku itu ngebahas tentang apa ya? Hmm. Tapi berhubung semakin lama bukuku semakin bertumpuk, dan aku nggak akan tahu bakalan bisa baca buku itu lagi ato nggak, kok rasanya pengen gitu bikin resensi. Tapi nggak bisa di blog sebelumnya karena tema blog sebelumnya itu rasanya nggak pas kalau dimasukin tetang resensi buku. Akhirnya jadi deh blog ini.

MOHON BIMBINGANNYA ^^