The Rest of Us Just Live Here by Patrick Ness

 

Sesugguhnya, saya beli ini karena tidak disengaja. Sering dengar tentang Patrick Ness gara-gara Monster Calls (udah nonton filmnya juga tapi belum baca bukunya), dan lumayan tertarik sama judul dan kaver buku ini. Coba lihat, hijau-kuning-kucing, menarik mata banget hahaha.

Judul               : The Rest of Us Just Live Here (Yang Biasa-biasa Saja)

Pengarang      : Patrck Ness

Tahun terbit     : 2015

Penerjemah   : Angelic Zaizai

Penerbit         : Gramedia

Halaman        : 279

Bagaimana kalau aku bukan termasuk kelompok anak super?

Anak-anak indie yang betempur melawan zombie,

hantu pelahap jiwa, atau bencana bercahaya yang mendatangkan maut?

Bagaimana kalau kamu seperti Mikey?

Cuma ingin lus, datang ke prom, dan mungkin mengajak Henna kencan sebelum SMA mereka diledakkan. Lagi.

Karena kadang ada masalah yang lebih besar daripada pertempuran sampai mati,

dan kadang kita harus menemukan hal-hal luar biasa dalam kehidupan yang biasa-biasa saja.

Empat orang sahabat yang tengah menunggu masa-masa kelulusan mereka. Mikey, Mel–kakak kandungnya yang sempat tinggal kelas karena alasan kesehatan, Jared–bukan nama sebenarnya, dan Henna. Mereka adalah orang yang biasa-biasa saja, tidak memiliki kekuatan super, ataupun populer diantara kalangan mereka. Mereka dan kaum indie–kaum yang memiliki kekuatan super–hidup berdampingan di sekolah dan lingkungan yang sama. Mereka berlima hanya ingin hidup damai hingga waktu kelulusan tiba, tapi mungkin bukan itu yang benar-benar merek dapatkan.

Mel, Mikey, dan Meredith adalah anak dari seorang Ibu yang bercita-cita menjadi senator di lingkungan tempat mereka tinggal. Keluarga mereka tidak bisa dibilang normal. Ayah mereka pemabuk dan pernah mencuri di tempat kerjanya, Mikey mengidap OCD yang selama ini selalu disembunyikannya, Mel pernah terkena anoreksia yang membuatnya merasa mati sebagian, dan Ibunya yang selalu sibuk itu… Hanya Meredith lah satu-satunya yang normal diantara mereka. Mikey dan Mel mau mengorbankan apa saja agar Meredith tidak sampai menjadi seperti mereka.

Kehidupan mereka sungguh-sungguh normal dan biasa-biasa saja, meskipun kejadian-kejadian aneh seperti Rusa mati yang kembali hidup, Polisi bermata biru bersinar, dan keanehan-keanehan yang mereka alami saat mendatangi konser dan sekolah. Mikey masih berusaha mengencani dan menium Henna, Jared masih berusaha menutupi keabnormalannya, dan Mel masih berusaha makan tanpa merasa mual. Mereka semua berusaha mencari jati diri masing-masing sebelum mereka lulus dan berpisah ke urusan masing-masing.

Ada juga kisah tentang anak indie, Satchel, Finn, Dylan, dan lainnya. Bagaimana mereka melawan Para Abadi yang membuat mereka harus meledakkan sekolah lagi. Bagaimana beberapa dari mereka terbunuh karena harus menyelamatkan rekahan yang akan digunakan Para Abadi untuk menyebrang ke dunia manusia Bagaimana Satchel dan teman-teman indie nya menyelamatkan dunia sekali lagi

“Begini, mereka semua ounya kehidupan lain. Jared punya urusan keluarga, Mel pacaran sama dokter, Henna akan ke Afrika. Dan apa yang kupunya? Aku punya merek Aku tak punya yang lain lagi.” (Mikey, 202)

“Baiklah Aku bermaksud mengatakan sudah banyak sekali yang kauselesaikan. Kau merasa tak mampu menghadapi apa-apa, bahwa itu bakal menghancurkanmu, tapi kau di sini. Di ruangan ini. Setelah semua yang kau hadapi, dan kau masih berkata pada seseorang–pada Ibumu, malahan, yang aku tahu tak kauanggap sebagai sekutu alami–bahwa kau butuh pertolongan. Bukankah itu kedengarannya seperti seseorang yang mencari solusi?” (Dr.Luther, 204)

Ini sebenarnya buku sederhana tentang bagaimana semua remaja itu menemukan apa yang menjadi pertanyaannya selama ini. Tapi saya suka sekali. Entah karena gaya bahasanya, gaya terjemahannya, tema yang diangkat, atau percakapan antara Mikey dan Dr.Luther itu.

Banyak yang berekspektasi lebih pada buku ini, mungkin karena Patrick Ness pernah menulis Monster Calls yang memenangi banyak penghargaan itu. Saya sendiri karena sudah membaca review-review orang lain, malah senang dengan penyelesaian di buku ini, intinya saya cukup terhibur Malah, suatu saat saya ingin bikin buku seperti ini (haha).

Dari cerita dimulai hingga pertengah, saya tidak sadar kalau ternyata Mikey punya kelainan. Saya baru paham apa kelainannya setelah membaca hampir ke tengah, yaitu OCD. Keemasan yang dirasakannya kayaknya sering dirasakan juga oleh banyak orang termasuk saya sendiri, sehingga buku ini relatablebanget menurut saya.

Lalu Jared Kecenderungan seksualnya yang berbeda dari pria-pria lainnya membuat saya kurang tertarik dengan pribadinya Namun ternyata ada sebuah rahasia lain yang digenggamnya, dan saya cukup suka dengan itu. Meskipun Jared berkata bahwa dia bukanlah salah satu dari kaum Indie, tapi ketiga temannya tahu apa yang bisa dilakukannya, dan mreka juga merahasiakannya.

Sudah lama sekali Mikey menyukai Henna tapi gadis itu tidak pernah memperlihatkan perasaan yang sama. Hanya ketika mereka berdua terjebak dalam sebuah keelakaan yang hampir menghabisi nyawa merekalah, Henna mulai membuka diri kepada Mikey. Meskipun akhirnya Mikey mendapatkan apa yang selama ini diinginkannya bersama Henna, saya tetap suka ending diantara mereka. Tidak terlalu cheesy, tapi juga tidak terlalu drama.

Beruntung bagi Mel yang anoreksianya terkadang masih muncul, akhirnya dia bertemu dengan seorang dokter, Panggil-Aku-Steve Steve membantu masalah Mel dan Mikey akhirnya bisa tenang mengenai keadaan Kakaknya itu.

Mikey memiliki kecurigaan pada Nathan–si anak baru di sekolahnya– karena Nathan telah mencuri perhatian Henna sejak pertama datang. Selain itu, kepindahan Nathan ke sekolahnya beberapa hari sebelum kelulusan membuat Mikey semakin curiga. Dengan adanya rentetan kejadian aneh yang berhubungan dengan kaum Indie, dan kenyataan bahwa Nathan adalah setengan Indie, Mikey tidak bisa tidak menuduhkan segala kejadian aneh yang terjadi pada cowok itu.

Buku ini memang menyajikan fantasy, meskipun kadarnya sangat sedikit. Untuk para pembaca yang tidak terlalu menyukai fantasy yang terlalu berat, mungkin ini pilihan yang tepat. Dan bagi para pembaca yang menyukai buku bergenre young adult juga ini cukup mewakili. Meskipun jangan terlalu berekspektasi mengenai kisah akhir yang mengharukan, atau dramatis, dan lai-lain, tapi menurut saya buku ini pantas mendapatkan 4 dari lima ^^.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s