0

Sweet Valley High, Super Thriller: Teror Berantai

Sweet Valley High: Thriller Story

TEROR BERANTAI

Judul               : Sweet Valley High, Super Thriller: Teror Berantai

Pengarang      : Francine Pascal

Tahun terbit  : 1989

Penerjemah   : Dewi Kemala

Penerbit         : Dian Rakyat

 

Oke ngaku kalau pertama lihat buku ini tuh sama sekali nggak tertarik karena bukunya jadul, pengarangnya nggak kenal, dan tipis banget. Ini jatuhnya kayak novelet bukan novel. Tapi nggak papa, karena sudah terlanjur beli, aku harus paksain untuk suka sama buku ini.

Awal-awal baca ngerasa agak kenal dengan tokohnya, si kembar Wakefield: Elizabeth dan Jessica. Rasanya dulu pernah baca juga novel thriller dengan kedua nama ini. Tepatnya yang paling aku ingat dari novel yang pernah aku baca itu adalah covernya. Rasanya di cover yang itu pun ada dua cewek rambut pirang, dan di novel inipun sama.

Oke, kesampingkan hal yang nggak penting itu. Sekarang beranjak ke buku ini.

Untung di buku ini diawali dengan prolog, yang mana prolog itu adalah salah satu adegan penting di tengeh novel ini. Mau nggak mau pembaca (terutama aku) jadi tertarik untuk benar-benar sampai pada adegan itu.

Elizabeth dan Jessica adalah kembar Wakefield berumur enam belas tahun (pada novel seri itu) di Sweet Valley High. Kepribadian dan hobi mereka berdua berbeda jauh, Elizabeth (yang selanjutnya akan disebut Liz) menyukai menulis dan jurnalistik, sedangkan Jessica suka berdandan dan mengikuti mode terbaru. Liz adalah gadis yang selalu berpikir menggunakan logika, dan Jessica lebih suka berfoya-foya.

Suatu saat, sahabat Jessica yang kaya raya, Lila, membawa pulang papan Ouija—papan yang bisa membantumu mengetahui masa depan. Mereka berdua mengimingi Liz yang selalu menggunakan logikanya untuk bermain bersama mereka, tapi Liz tidak pernah terpengaruh. Kesal karena terlalu sering dianggap bodoh oleh Liz karena memercayai hal seperti papan Ouija itu, Lila dan Jessica bermaksud mengerjai Liz. Mereka merencanakan sesuatu yang bisa membuat Liz percaya akan kehebatan papan Ouija itu, yang plotnya didalangi oleh Lila.

DI saat yang sama, seseorang dari rumah sakit gila melarikan diri. Rumah sakir Sweet Valley mengumumkan pelarian itu dan meminta masyarakat kota untuk waspada karena orang itu amat berbahaya. Liz yang sedang magang di surat kabar langsung kebanjiran job untuk mengupas perihal orang gila yang lepas tersebut.

Sang orang gila, Redman, mengatakan bahwa dia menaruh bom di tempat di mana adik kembarnya berada. Liz langsung meluncur ke tempat Jessica dan menemukan bahwa bom yang ditaruh di sana adalah bom palsu. Mereka menghela napas untuk sementara, tetapi masih merasa tegang bahwa Redman akan menaruh bom asli kapan saja.

Di lain pihak, hal aneh mulai terjadi padanya saat dia mencoba untuk mengikuti saudara kembar dan sahabatnya bermain papan Ouija. Hal-hal terjadi sesuai dengan apa yang diramalkan oleh papan Ouija. Papan itu bahkan mengatakan bahwa salah satu teman sekolah yang paling dibencinya terkena penyakit mematikan yang dirahasiakan. Liz menjadi prihatin dan berusaha untuk memberi dorongan hidup bagi temannya itu dengan perhatiannya, meskipun dia masih mencintai pacarnya: Jeffrey. Untuk sementara dia terlupakan akan fakta bahwa orang gila itu sedang berkeliaran di dalam kotanya.

Ketika hubungannya dengan Bruce—temannya yang sekarat—itu menjadi sesuatu yang terlalu jauh, Jeffrey datang memergoki mereka. Meskipun Liz memberitahu Jeffrey bahwa dirinya dan Bruce tidak ada hubungan apapun, pemuda itu tidak memercayainya begitu saja. Dalam waktu sekejap Liz telah terlibat dalam cinta segitiga yang kekanak-kanakan.

Saat Bruce menelepon Liz di waktu dia sedang bersiap berkencan bersama Jeffrey, gadis itu langsung meluncur ke sekolahnya—tempat di mana Bruce menunggu. Jeffrey datang beberapa saat kemudian, menemukan Liz pergi ke tempat Bruce membuatnya marah dan mengejar pacarnya itu. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa sekolah mereka itu telah dijadikan Redman untuk meledakkan bom buatannya.

Jessica dan Lila kembali bermain papan Ouija. Papan Ouija itu tanpa sadar mengejakan kalimat yang memberitahu bahwa Liz sedang dalam bahaya.. Jessica dan Lila bertemu dengan Elsa, tempat Liz bekerja, yang kebetulan adalah adik dari Redman. Mereka bertiga menelepon polisi dan secepat kilat pergi ke Sweet Valley High untuk menyelamatkan Liz.

Nah, apa yang terjadi sama mereka semua? Mari baca aja sendiri, hahaha *ketawa evil*. Mungkin endingnya sudah klasik ya, tapi lumayan nggak ketebak sih. Dan endingnya terlalu cepet sih, pengennya ‘kan ada baku hantam ato gimana gitu. Tapi si penulis kurang mengeksplor perasaan si Redman yang gila itu. Meskipun begitu, aku suka kok novelnya ^^ apalagi tindakan si Bruce yang di luar perkiraan kerennya, hehehe.

Aku kasih tiga bintang dari lima untuk novelet ini. Bener-bener menghibur di saat lagi butuh cerita seru.